Sistem pengisian (charging system ) adalah gabungan dari beberapa komponen pengisian seperti generator (alternator), regulator dan baterai yang berfungsi untuk menghasilkan listrik untuk mengisi baterai. Baterai adalah salah satu
komponen yang penting dalam sebuah unit mobil ataupun mesin itu sendiri.Pengggunaan baterai selama pengoperasian mobil atau mesin mengakibatkan pengurangan bahkan menghabiskan listrik. Penggunaan baterai antara lain untuk sistem starter, pengapian, penerangan dan aksesoris. Kemampuan baterai untuk memberikan listrik dibatasi oleh kapasitas baterai dalam Ampere Hour ( A H ), untuk menjaga agar baterai selalu dalam keadaan terisi diperlukan sistem pengisian. Sistem pengisian bekerja dengan mensuplai kembali listrik yang telah digunakan untuk menjaga kinerja mesin.
Fungsi turbocharger adalah untuk menaikkan tenaga engine tanpa merubah ukuran dari engine itu sendiri.
Turbocharger mempunyai dua impeller yaitu turbin dan lower. Turbin impeller diputar oleh gas buang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pada ujung poros turbin dipasang blower impeller dengan ikatan mur, sehingga putaran blower impeller akan sama dengan putaran turbin impeller. Putaran dari turbocharger ini berkisar antara 50.000 – 150.000 RPM.
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk engine yang menggunakan turbocharge :
- Tidak dibenarkan Low Idle & High Idle terlalu lama
- Tidak dibenarkan mematikan engine dengan cara mendadak
- Tidak dibenarkan mematikan engine dengan diawali akselerasi
- Tidak dibenarkan hidup langsung gas tinggi
SYSTEM ALAT BERAT
Posted by Mfatoni De CoSe | 6:09 PM | clutch, Engine, heavy equipment, powertrain, transmission | 3 comments »
1. POWER TRAIN
Rangkaian penerusan tenaga pada suatu kendaraan
2. KOPLING (CLUTCH)
Fungsi :
1. Meneruskan / memutuskan tenaga dari engine ke transmisi sehingga memungkinkan kendaraan untuk bergerak / berjalan atau berhenti.
2. Untuk mempermudah ketika melakukan perpindahan kecepatan (shifting transmiisi) dan juga ketika perlambatan / pengereman.
3. Untuk memungkinkan kendaraan berhenti tanpa harus mematikan engine, sementara gigi transmisi tetap terpasang/ masuk.
3. TRANSMISI
Fungsi :
- Mengatur kecepatan gerak dan torsi serta membalik putaran output transmisi, sehingga dapat bergerak maju dan mundur.
4. STEERING
Sistem pengendalian unit yang digunakan untuk membelokan arah dari gerak lurus menjadi ke kiri atau ke kanan sesuai kehendak operator.
5. REM (BRAKE)
Sistem rem berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan gerak unit.
Control system :
- Pedal brake
- Interconnected menarik steering atau pedal steering.
Tipe rem :
- Shoe type (tromol)
- Disc type (piringan)
An Experimental study of kerosene usage and crude palm oil as diversification of fuel for a pressure stove
Posted by Mfatoni De CoSe | 4:04 PM | Biofuel, Energy | 0 comments »
Muhamad Fatoni
Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang
Email : co.sederhana@gmail.com
Abstract
The cooking Efficiency is a comparison between the amount of the heat that absorbed by the cooking instruments and the amount of heat that produced from the process of the burning. In this test, the parameter that was used was the size of the fuel instead of its current, the strength of the pressure in the tank, and the type of fuel used.
The higher of the current aperture and the pressure as well as the mixing composition of crude the Oil palm in the kerosene made the efficiency in cook decrease. the Highest efficiency to kerosene was 46.77 % whereas with the kerosene composition of 90 % and Crude the Oil palm of 10 %, the highest efficiency became 41.07 %. a hundred percents use of CPO directly to the Pressure Stove was not possibe without the existence of a modification process.
Download :
File PDF Here
Read More......